PERJALANAN KU MENUJU PROMOVENDUS DOKTOR

   SAYA tenggelam dalam kesibukan kuliah strata tiga(s3) tingkat doktoral ,hingga blog ini terbengkalai,membuat disertasi memang sangat ''melelahkan''dan tentunya menguras waktu,fikiran,tenaga juga cost untuk study,apalagi saya study mandiri,maka perlu perhitungan cermat dalam mengatur roda ekonomi rumah tangga.

Syukur Alhamdulillah dengan perjalanan panjang yang sangat melelahkan,akhirnya saya berhasil juga meraih gelar s3(Dr),walau dengan istilah berdarah darah,,ahaha!,dan tentunya ini sangat saya syukuri,tak mudah memang!!,namun asal kita,sabar,dan tetap berusaha,jangan lupa berdoa (juga doa  orangtua,Istri,anak anak)yang membuat kita menjadi termotivasi untuk menyelesaikan jenjang akhir pendidikan formal di dunia,yaitu s3( Dr atau P.h.D).

Saat pengumuman peringkat,Doktor
Dalam perjalan itu tentunya banyak rintangan dan halangannya,misalnya,:
1.Lelah dengan situasi yang rutinitas.
2.Biaya pendidikan yang tinggi,dan tentunya perlu ''survive''(biaya mandiri).
3.Aturan aturan yang kurang berfihak pada kita.
4.Faktor faktor lain  ,misalnya kesehatan,keluarga,pekerjaan.dll.
 Itulah beberapa yang saya rasakan,ditambah dengan para promotor yang sulit ditemui,atau juga promotor yang kurang koopratif,,kemudian juga tahapan tahapan nya yang cukup sulit,misalnya,selesai kita teori maka kita harus melewati beberapa tahapan lagi untuk mendapat sk''Kandidat Doktor).,antara lain:
1.Harus lulus semua mata kuliah yang diujikan.

2.Ujian komprehensif lisan /tertulis,kemudian baru kita mendapat sk penelitian,,didalam masa itu kita diwajibkan konsultasi pada para promotor(tiga orang Professor/Doktor),dan tentunya disini diperlukan kesabaran tinggi dalam mengahadapi sikon ini,karena beberapa teman berhenti(tidak sanggup)melanjutkan lagi.

3.Bila sudah lolos,bimbingan,kita akan berhadapan dulu dengan yang namanya''BimBer''(bimbingan Bersama),ketiga promotor kita bertemu lalu mengevaluasi hasil kerja kita,dan saat itu kembali disertasi kita di''obok-obok''oleh mereka,hingga ke akar akarnya,tidak jarang harus disuruh mengulang kembali,atau yang lebih fatal tidak diterima,harus membuat instrument baru.

4.Bila sudah lolos pada ''BimBer''(bimbingan bersama),kunci mulai terbuka,ibarat pintu,kita akan mulai pada tahapan yang ''paling sulit'',namanya ''ujian tertutup'',kita berhadapan dengan 6-7 orang Professor/Doktor,kembali disertasi kita di obok-obok,,dan harus tetap tabah dan sabar bila melihat hasilnya,misalnya disertasi kita ''docoreti'',disuruh sempurnakan lagi(disini juga kita harus bolak balik konsultasi pada ke enam/tujuh penguji tadi.,hingga mereka semua menyatakan layak untuk diujikan lagi.

5,Bila udah acc(accepted),maka kita boleh mendaftarkan diri untuk ujian terbuka,dan ditonton oleh umum/publik,disini memang sedikit agak adem,namun ''ketegangan'' makin menjadi jadi,karena selain diuji oleh tujuh Professor,kita juga di lihat oleh penonton/publik.Dan disini sebutan kita bukan ''kandidat''namun dengan istilah''Promovendus''(promosi Doktor)..dan biasanya disini kita tetap masih menghadapi pertanyaan pertanyaan yang sangat subtansial,biasanya dengan waktu 2 jam,sama dengan ujian tertutup,atau bimbingan bersama sebelumnya.

Bila sudah usai ujian terbuka,maka kita akan diumumkan sebagai Doktor,dengan hasil sekian,,,,dan Doktor ke sekian sesuai dengan jumlah kelulusan keberapa kitanya,,sampai disini selesai,,kuliah jenjang s3 atau strata tiga(Doktor)

Nah itulah sekilas pengalaman saya saat mengikuti perkuliahan tingkat tinggi,,,simpulannya,,ketabahan,kesabaran,dan tentu persiapan cost jangan dilupakan,,dan Alhamdulillah kami sudah 'selesai,,,melaluinya,,walau dengan tertatih tatih,,kata promotor saya,,,,ahaha!..

Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2017 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger