JURNAL INTERNASIONAL TER INDEX SCOPUS,BUKAN JAMINAN DI TERIMA DIKTI

Sekilas penjelasan tentang masalah jurnal Internasional,yang dapat saya pahami dan tentunya mengacu dengan pedoman DIKTI dan kepangkatan utama para Dosen yang mau naik pangkat atau jabatan /pangkat akademik tentunya.

Kalau kita telaah dari jurnal jurnal Internasional tersebut,seperti yang kami utarakan sebelumnya adalah jurnal yang dapat dikatakan  sebuah jurnal Internasional,apabila para pengelolanya dari berbagai negara(para ahli/akademisi pada bidang keilmuannya masing masing.

Lantas bagaimana dengan jurnal Internasional dapat dikatan valid oleh Pemerintah/Dikti? ini yang sering ada pertanyaan dari para kolega/Dosen,karena bila salah memilih maka akan berimbas dengan tidak boleh mendapat ''reward''kenaikan  pangkat tadi,walaupun kita sudah mengantongi jurnal Internasional,,menyedihkan sekali ,berapa waktu,biaya(kenapa ada biaya,karena hampir semua jurnal itu tidak ada yang''gratis'') dll...dan akhirnya cuma dihargai untuk menambah point/angka kredit saja.

Sekilas untuk memilih jurnal Internasional yang dapat dikatan valid oleh Pemerintah atau Dikti,jadi sebelum mengirim manusscript pada sebuah lembaga jurnal,hendaknya kita cari tau dulu mengenai jurnal tersebut dengan browsing,misalnya kita buka pada:
-  https://academic.microsoft.com/
http://www.scimagojr.com/  (kalau mau cepat cek disini)
-  http://www.proquest.com/
-  https://www.scopus.com/customer/institutionchoice.uri
-  http://ipscience.thomsonreuters.com/

 Bila jurnal Internasional itu ada ter index diantara tersebut diatas,utama ,scopus/dan Thomson Reuter,,artinya sudah masuk persy/persyaratan ,namun belum pasti juga,diterima karena fihak Dikti masih melihat lagi tingkat validitas artikel/riset yang kita kirim tersebut.,dan tingkat validitas lembaga jurnalnya,jadi intinya adalah:

-Lembaga jurnalnya harus Valid dan terindex oleh scopus,Thomson reuter (mengapa harus valid karena ada jurnal Internasional yang terindex Scopus/Thomson Reuter dll,akan tetapi ,dianggap Dikti sebagai jurnal''Predator'')alias abal abal.jadi hati hati juga !!(yang dihargai hanya tulisannya saja).
-Artikel yang kita kirim juga,harus memenuhi syarat( kalau yang kita kirim cuma hasil 'review''buku,budaya,dll walau masuk dalam Jurnal Internasional dan terindex Scopus,maka tetap tidak ''berlaku''untuk kenaikan pangkat ,yang dihargai hanya hasil tulisan untuk menambah angka  kredit point?seperti jurnal/tulisan2 kita saat memenuhi kum BKD saja(kira kira begitu).

Jadi simpulan singkatnya : Dikti menerima jurnal Internasional untuk kenaikan pangkat bila:

1.Terindex Scopus,Thomson reuter (utama),asal lembaga jurnal tersebut  dianggap Dikti,sebagai jurnal Predator/abal abal.,sebuah jurnal Internasional asal Canada IES(International Education Studies),terindex Scopus dengan peringkat Q3(http://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=21100201982&tip=sid&clean=0 ),namun Dikti meragukannya ,tentu banyak lagi contoh lainnya untuk itu hati hati,agar jerih payah kita tidak sia sia.

2.Artikel/riset yang kita kirim atau dipublish ,dianggap layak oleh Dikti ,bila dua unsur ini terpenuhi maka baru dianggap Dikti valid untuk naik pangkat.

Demikian dan semoga manfaat untuk kita sekalian,sekian salam.
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger