KISAH WANITA KAMPUNG SETIA DAN TEGAR !!

Cerita berawal dari sebuah  keluarga yang kebetulan tetangga kami ,dan cerita sekedar sebuah contoh tentang seorang istri yang setia,awal ceritanya adalah mereka adalah sebuah keluarga yang bahagia,dan secara materi lumayan berkecukupan,maklum saja mereka suami/istri adalah pedagang sembako yang ulet,dari sebuah kedai kecil,hingga menjadi pedagang yang lumayan besar.

Mereka di karuniai tiga orang anak yang sudah pada remaja dan semuanya kuliah dan yang bungsu masih sekolah di Sekolah Dasar,dan hari hasil jualan /dagang mereka ,merekapun dapat membeli rumah,mobil,kapal sungai dll.

Awal cobaan datang,suatu ketika sang suami jatuh sakit,dan tak kunjung sembuh,hingga di bawa kerumah sakit ,dengan diagnosa dokter adalah sakit ginjal yang parah dan untuk jalan yang diberikan dokter cuma dua,donor ginjal atau cuci darah,kalau tidak maka dokter tidak menjamin dapat bertahan lebih lama dengan sakit yang diderita sang suami.

Untuk donor ginjal tentu bukanlah perkara gampang,untuk medapatkannya,dan akhirnya alternatif kedua yang dipilh yaitu cuci darai,dari 1 bulan sekali,hingga sekarang 15 hari sekali,artinya dalam satu bulan harus dua kali cuci darah,(kondisi nya pun lemah walau usai cuci darah),sehingga tidak dapat bekerja apa apa!.

Keadaan itu sudah berjalan hampir 4 tahun,hingga sekarang, seperti kita ketahui bahwa biaya cuci darah itu tidaklah murah,untung ada bantuan dari jaminan kesehatan pemerintah,sehingga biaya tidak terlalu mahal,untuk kesembuhan sang suami,satu persatu sudah barang terjual selama tiga tahun tersebut,tinggal punya 1 rumah yang dihuni mereka sedang barang lain sudah terjual untuk biaya sang suami tersebut.

Sementara posisi mencari nafkah digantikan oleh sang ibu,yang saya anggap sebagi sosok wanita kuat dan ulet serta tabah,dapat kita bayangkan ,sambil bekerja/jualan ,untuk menghidupi anak tiga orang,plus suami dan orangtuanya(ayah dari si wanita masih hidup dan ikut dengan dia),ditambah dengan biaya anaka anak sekolah dan kuiah serta untuk makan sehari harinya,,selama tiga tahun dan hingga sekarang.



Sedang usia ibu yang tegar ini juga tidak tergolong muda,mungkin sekitar 45 tahunan lebih,serta bukan orang sekolahan sehingga yang dapat ia kerjakan hanya jualan sembako,buah-buahan,dll(yang penting halal katanya).

Ada satu yang saya kagum dengan siibu(wanita ini maksud saya),,ia dengan tabah dan telaten memelihara sang suami,yang sudah tidak berdaya tersebut,,kemudian tetap menyekolahkan/kuliahkan anak anaknya,serta memelihara orangtuanya,dengan''hanya seorang diri''padahal posisinya tidak seperti sebelumnya,anggap saja  ia dari nol lagi,karena segala modal,harta bendanya,sudah tidak punya lagi karena mengobati sang suami tercinta.,kalau ada untung jualannya disisihkan untuk biaya makan,kuliah/sekolah/mengobati sang suaminya,itulah rutinitasnya si wanita setia ini.

Cerita ini sengaja saya tidak memakai nama,untuk menjaga privacy yang bersangkutan,dan semoga ada hikmahnya,terkadang saya lihat ia jualan  bubur,gorengan didepan rumah,pokoknya wanita ini kreatif sekali,demikian dan semoga ada hikmahnya sekian salam.
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger