PEMBAGIAN JABATAN KURANG ADIL MEMBUAT TEMAN SEPERJUANGAN RADEN WIJAYA BERONTAK !

Tidak selamanya sebuah ''persahabatan''itu berakhir indah,,itulah kira kira yang dialami oleh Raden Wijaya atau Sri Kertarajasa Jayawardhana,dan tentunya juga bukan berarti para sahabatnya bersalah,akan tetapi disaat perjuangan telah usai dan sudah memetik buahnya ternyata diantara kawa kawan seperjuangannya dulu saat merintis Majapahit ada yang tak puas dengan pembagian jabatan yang diberkan oleh Raden Wijaya kepada sahabat sahabatnya dahulu(kemungkinan hal ini yang menjadi kecemburuan sosial)

Ini wajar dan memang biasa terjadi dimana mana ,disaat perjuangan usai dan saatnya bagi bagi jatah jabatan tentu ada yang merasa tak puas,kita masih ingat dengan awal awal Indonesia merdeka,,dimana-mana selalu ada saja pemberontakan,oleh orang orang yang dahulunya adalah pejuang/tentara dimasa masa pergolakan kemerdekaan mengapa?alasan hampir sama dengan kejadian di Majapahit ,,,yaitu tidak puas dengan pembagian jabatan/penghargaan yang diberikan ,dll(akan tetapi merekapun tidak di salahkan).

RanggaLawe,seorang yang sangat berjasa besar juga dalam masa awal awal pendirian Majapahit,bahkan ia dan Nambi serta Sora,,adalah tiga serangkai yang selalu setia dengan Raden Wijaya,baik masa masa ''pelarian''hingga mendirikan Majapahit,dan Akhirnya RanggaLawe pun memberontak pada kerajaan Majapahit karena ketidak puasan tersebut,walau pemberontakan itu dapat digagalkan namun membawa luka yang dalam antara dua sahabat ini.

Ilustrasi photo:Patih Gadjah Mada
Tak lama berselang setelah RonggoLawe ,Sora juga melakukan pemberontakan terhadap kerajaan dan kembali dapat dipadamkan ,dan ini akan memicu kebencian akhirnya diantara dua sahabat yang dulu sama sama berjuang di saat awal awal pendirian Majapahit.

Lalu juga disusul lagi pemberontakan Gajah Biru,Nambi,Ki Demung,Semi dan Kuti yang kesemuanya adalah tokoh tokoh yang berjasa dalam pendirian Majapahit,namun semua pemberontakan dapat selalu diatasi,cuma satu yang sempat menguasai istana beberapa saat yaitu saat pemberontakan ''Kuti'',hingga membuat raja Sri jayanegara,harus mengungsi keluar istana  di wilayah desa''Bedander''.

Saat saat genting itulah muncul seorang kepala pasukan pengawal raja,yang bernama ''GadjahMada''dalam sebutan istilahnya''Bekel Bhayangkari',pasukan inilah yang dapat menumpas pemberontakan Kuti,,dan akhirnya Raja dapat kembali berkuasa (Tragedi Jayakatwang hampir terulang saat itu),sejak saat itulah GadjahMada mulai dikenal sebagai seorang yang tangguh,kelak akan diangkat menjadi ''Patih'' kerajaan Majapahit yang terkenal dengan sumpah ''Palapa''.

Disaat pemerintahan Sri Jayanegara,memang sering terjadi pemberontakan yang justru dilakukan oleh orang orang yang berjasa dengan Majapahit dan hal ini pula membuat keadaan menjadi kurang kondusif,dalam faktor keamanan kerajaan,dan dalam keadaan lengah menyusuplah  seorang yang bernama''Tanca''kedalam istana ,dan berhasil membunuh Raja Sri Jayanegara,,,dan kekuasaannya berakhir tragis.

Demikian sekilas dengan  warna warna pemberontakan di jaman Raden Wijaya dan Sri Jayanegara di masa kerajaan Majapahit,,semoga ada manfaatnya sekian salam.
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger