MAJAPAHIT DI PERINTAH RATU DAN GAJAH MADA DIANGKAT MENJADI PATIH KERAJAAN !!

Setelah wafatnya Jayanegara keadaan Majapahit sempat kosong namun tidak lama karena Sri Jayanegara tidak mempunyai putra,hingga pada akhirnya menurut aturan tahta harus diambil alih oleh anak Kertanegara,dan karena tidak punya anak laki laki,akhirnya tahta diberikan pada putrinya yang bernama''Gayatri'',karena saat itu Gayatri sudah menjadi seorang ''pertapa'',sehingga tidak memungkin kan untuk memegang tampuk kekuasaan,dan akhirnya ia menyerahkan tahta tersebut pada putrinya yang bernama Tribhuwanottunggadewi,maka Majapahit di perintah oleh seorang Ratu.

Tribhuwanottunggadewi ,memerintah sampai Gayatri wafat(sesuai aturan kerajaan),siapa yang menggantikan kedudukan ahli waris kerajaan,maka tahtanya,akan selesai apabila si yang digantikan wafat,Majapahit diperintah oleh ratu Tribhuwonottunggadewi kurang lebih  selama 22 tahun lamanya,dimasa pemerintahannya kemelut didalam istana,dalam upaya perebutan tahta tetap ada,namun dalam skala kecil,sehingga tidak terlalu mengganggu keamanan negara.


PATUNG GAYATRI
Tragedi Sadeng,disaat pemerintahannya,,timbul satu gejolak namanya pemberontakan ''Sadeng'',kembali GajahMada tampil untuk menumpas pemberontakan tersebut dan berhasil,saat itu Gajah Mada sudah ''naik pangkat''menjadi Patih wilayah Daha(namun belum menjadi patih kerajaan),jabatan Patih kerajaan saat itu masih di pegang oleh'Arya tadah''

Arya Tadah menyadari dirinya tidak punya kemampuan setingkat Gajah Mada,dengan ''besar hati''ia  malah mengusulkan Gajah Mada agar diangkat menjadi ''Patih Kerajaan''untuk menggantikan dirinya,kepada Ratu Tribhubuwonottunggadewi,dan di setujui,dan diadakan pelantikan,,sehingga resmilah Gajah Mada menjadi patih kerajaan Majapahit dengan gelar''Patih Amangkubhumi''(saat itu jabatan patih kerajaan adalah jabatan tertinggi setelah Raja).

Disaat pelantikan itulah Patih GajahMada mengucapkan sumpah ''Palapa''yang terkenal tersebut,,dengan visi dan misinya''akan mempersatukan Nusantara dibawah panji panji kebesaran Majapahit'',dan sejak saat itu keadaan Majapahit menjadi lebih kondusif,dan tentu pengaruhnya adalah pada tataran kehidupan rakyat yang semakin makmur dan sentosa.

Setelah Gayatri wafat,maka sesuai aturan,Tribhuwonottunggadewi ,juga harus melepaskan jabatannya sebagai ratu,dan kemudian menyerahkan tongkat estafet kekuasaan pada putranya yang bernama''Hayam Wuruk''(kelak di jaman Hayam Wuruk inilah sumpah Palapa dari Gajah Mada dapat terwujud,dan iapun masih berkedudukan sebagai Patih untuk mendampingi Hayam Wuruk).

Demikian sekilas dengan perekmbangan Majapahit dan patih Gajah Mada,semoga ada manfaatnya,sekian salam.
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger