LEGENDA GUNUNG TONDOYAN DI SANGKULIRANG YANG SANGAT MENGHARUKAN !!

Sebuah legenda cerita yang menarik dari suku Dayak ,tentang sebuah gunung yang bernama ''gunung tondoyan''yang sekarang,berada di wilayah Sangkuliang Kutai Timur,dikisahkan pada jaman dahulu kala ada lima orang bersaudara yang tinggal di sungai Bengalon,yang paling tertua bernama Ayus,dengan badan tinggi besar serta sakti mandraguna,kemudian adik adiknya seperti,Songo,Setu,Sentang,lalu satu satunya si adik paling bungsu yang perempuan ,cantik dan sangat pandai memasak bernama Silu(ia juga punya kesaktian tentang masak memasak).

Saudara saudara laki lakinya bekerja di ladang,dan menangkap ikan untuk keperluan sehari hari mereka berlima saudara tersebut,sedangkan Silu tinggal di rumah untuk memasak makanan dan menyiapkan makan para kakak kakaknya yang seharian bekerja di ladang,mereka ber lima hidup dengan damai,dan pangan mereka selalu terpenuhi walaupun terkadang panen gagal,menangkap ikan juga tidak dapat satupun(kakak Silu tidak tau kalau Silu punya kesaktian dalam mengolah makanan bila keadaan paceklik).

Suatu sore Silu ingin pergi ke sungai sekedar ingin bermain main disungai,dan saat itu kebetulan ia juga sedang memasang nasi,maka Silu meminta kakaknya Ayus,agar menjaga periuk/kenceng yang sedang dimasak tersebut,dengan pesan ''jangan sekali kali dibuka,tunggu ia datang'',,karena perut nya si Ayus sudah keroncongan/lapar maka ia pun serta merta membuka periuk tersebut dan alangkah terperanjatnya si Ayus,,melihat yang di masak sang adik,didalam periuk tersebut hanya ada seuntai padi yang masih hijau,dan sebagian sudah menjadi nasi(nasi masak).

gunung gunung Karst di Sangkulirang   kutai Timur( tempat Wisata Indah)
Tak lama si Silu datang dan langsung ingin menyiapkan makan sang kakak,namun ternyata padi yang ia masak hanya sebagian yang jadi nasi sisanya masih bulir padi hijau,dan Silu pun mengetahui kalau periuk baru dibuka oleh sang kakak,dengan penuh  rasa kecewa Silu,melihat kenyataan tersebut dan karena melanggar janji tadi ,maka si Silu kecewa pada  sang kakak,dan iapun pergi dari rumah,meninggalkan kakak kakaknya karena ia merasa sangat kecewa,atas kejadian tersebut(karena kesaktiannya terbongkar dan itu tabu /larangan baginya.

Sang kakak dan yang lainnya tidak putus asa karena mereka rata rata punya kesaktian,jadi mereka berupaya menghadang jalan adiknya si Silu,di saat berada di suatu tempat yang bernama ''Sange''(sungai Sange),mereka membendung sungai tersebut,dengan batu batu Tondoyan,serta pohon pohon besar,namun sang adik tetap lolos ,sehingga menjadi riam riam yang sekarang disebut ''riam Sange).

Sang adik yang sudah sangat kecewa tetap melanjutkan pelariannya,lalu Ayus dan adik adiknya juga masih berupaya dengan membendung muara /tepian sungai Jele,di dekat gunung ''Gergaji''dan kemudian tempat itu di namakan ''Ilas kedangau",membendung sungai Jele juga tak membuahkan hasil sang adik tetap lolos,dan kembli Ayus dan yang lainnya berupaya membendung Sungai Bengalon,di sekitar gunung Batu aji,dan kemudian tempat tersebut dikenal dengan nama ''Ilas batu putih''.

Posisi Ilus sudah di dekat muara sungai Bengalon di depannya sudah terhampar lautan, kakak kakaknya mengajak negosiasasi ,dan meminta maaf,,namun sang adik yang sudah kecewa berat,tetap melanjutkan perjalananya,dan hingga ke tengah laut,,hati kecilnya sebenarnya tak sampai hati meninggalkan kakak kakaknya ,dengan linang airmata ,sedih,kecewa ia tetap dengan langkahnya tak terasa air laut sudah sepinggang dan kemudian se dada,untuk terakhir sebelum tenggelam ia sempat menoleh kebelakang ,meihat kakak kakaknya berdiri di tepian pantai,,tak ada kata ,,tak ada aksara,,hanya desir angin laut yang bernyanyi saat itu seolah olah ikut mengantarkan gadis cantik itu ,,,kemudian ''senyap'' ,,Silu   ,,telah menghilang di sela gelombang laut yang meng gemuruh,!!!.

Menurut sebagian riwayat Silu tidak tewas atau tenggelam,namun di jemput oleh sang siluman laut /penguasa laut di perairan Sangkulirang,dan dipersunting menjadi istrinya,sebagai seorang adik yang sayang dengan kakak kakaknya Silu juga tidak melupakan begitu saja terhadap orang orang yang dicintainya,karena pada intinya kakak kakaknya juga sangat sayang padanya,sehingga dalam setiap tahun Silu selalu muncul kepermukaan laut,dan kalau ia menoleh ke Selatan maka daerah Bengalon langsung ''musim buah'',dan panen padi,begitu pula kalau ia menengok ke Utara maka wilayah Sangkulirang musim buah dan panen padi,dan begitu seterusnya hingga saat ini.....!!,,wallahualam
.
Itulah sebuah legenda dari gunung Tondoyan di Sangkulirang,sekitar kawasan ''Karst''antara Sangkulirang dan Mangkalihat,gunung tondoyan adalah puncak tertinggi di dekat Karst Sangkulirang.,sekian dan semoga ada manfaatnya walau hanya sebuah legenda.,sekian salam.

Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger