APA TUJUAN KONFERENSI MALINO OLEH BELANDA PASCA KEMERDEKAAN INDONESIA !!

Untuk menuju kemerdekaan Indonesia tidak lah sebuah perjalanan yang mudah,setelah tanggal 17 Agustus 1945,masih banyak halangan dan rintangan yang dihadapi oleh Indonesia,selain ''clash'' atau agressi Belanda yang tercatat dua kali,tiada lain adalah untuk berkuasa kembali terhadap negeri kita ini.

Selain itu berbagai perjanjian yang di upayakan oleh Belanda yang hampir kesemuanya adalah dalam upaya untuk menjajah kembali negeri kita setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 tersebut,beberapa konferensi  yang di ''gagas'' fihak Belanda untuk menjajah kembali negeri kita antara lain adalah salah satunya :

-Konferensi ''Malino''pada tanggal 15 Juli 1946,dimana Belanda mengumpulkan para orang orang pribumi/tokoh daerah yang masih pro mereka,dan ini di gagas oleh fihak Belanda ''Dr.HJ.Van Mook'',dan hadir dalam pertemuan tersebut seperti wakil wakil boneka Belanda dari ,Kalimantan Barat,Timur dan Selatan,kemudian dari Bangka,Belitung,Riau,Manado(tanpa Minahasa)Papua,Maluku,Bali,Lombok dan Timor.

Para delegasi Konferensi di Malino Sulawesi Selatan(1946)
kemudian dilanjutkan lagi dengan konferensi di kota Pangkal Pinang,dan kemudian dilanjutkan lagi pada pertemuan Bali ,sekitar tanggal 14 s/d 24 Desember 1946,dan Belanda berhasil membentuk NIT(Negara Indonesia Timur)dengan Presidennya tokoh dari Bali yaitu ''Cokorde Gde Sukowati'',dengan perdana menterinya ''Najamu Daeng Malewa''

Tak hanya sampai disitu,setelah berhasil memecah NKRI menjadi NIT,Belanda juga berhasil memecah pulau Jawa dan Sumatera,dan akhirnya terbentuklah negara negara boneka di luar NKRI,seperti :
-Negara Madura dengan walinegaranya Cakraningrat .
-Negara Pasundan dengan walinegaranya Wiranatakusumah.
-Negara Sumatera Timur dengan wali negaranya Dr.Mansur.
-Negara Jawa Timur dengan walinegaranya RTP.Achmad Kusumonegoro.
-Negara Sumatera Selatan dengan walinegaranya Abdul malik.

Dengan demikian Belanda membentuk pemerintahan sendiri di luar NKRI,dengan harapan negeri ini akan pecah berantakan,tetapi mereka salah perhitungan,,bahwa ''kekuatan ditangan Rakyat''bukan ditangan para ''wali negara''yang dibentuk /diangkat Belanda tersebut.

itulah sekilas dengan latar belakang timbulnya perjanjian di Malino ,Sulawesi Selatan,setelah pasca kemerdekaan NKRI,tujuan fihak Belanda adalah ingin berkuasa kembali pada negeri kita,demikianlah dan semoga ada manfaatnya bagi kita semua ,utama bagi yang suka dengan pelajaran sejarah,sekian salam.
-
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger