KUALITAS YANG BAIK ADALAH HASIL DARI KUANTITAS !

KUALITAS YANG BAIK ADALAH HASIL DARI KUANTITAS !In large state public education will always be mediocre,for the same reason that in large kitchens the cooking is usually bad[by:Friedrich Nietzsche],kira kira artinya begini :Didalam sekolah negeri yang berukuran besar,cenderung kualitasnya biasa biasa saja,sama halnya kalau kita memasak makanan di dapur dengan jumlah besar cenderung rasanya juga biasa biasa saja.!!Baca juga tentang : CARA MENGETAHUI TENTANG HASIL PENELITIAN DIBUATKAN ORANG LAIN !!

Kalau kita menelaah apa yang diakatakan philosuf Jerman ini ,memang ada benarnya juga ,bahwa di dalam kita mendidik/melatih dengan orang atau siswa yang jumlahnya sangat banyak ada kecenderungan ,kita mendapatkan hasil yang biasa biasa saja,jadi di sini keliatanya si Nietzche lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas.

UNTUK MENGUJI  KUALITAS HARUS ADA KUNTITAS DULU

Akan tetapi kualitas baru dapat muncul bila terjadi sebuah seleksi ,sehingga kuantitas disini bukan merupakan suatu yang keliru,tanpa kuantitas maka kualitas tidak dapat muncul secara kompetitif,contoh :kalau kita punya siswa 5 orang,kemudian dengan pendidikan yang sangat intens maka sianak menjadi  berkualitas dibidang masing,contoh yang satu lagi kita punya siswa 40 orang ,dengan pendidikan yang intens maka muncul 5 orang yang sangat berkualitas  dibidangnya,secara kompetitif kualitas si anak yang 5 orang tadi jauh lebih baik,karena mereka menyisihkan 35 orang lainnya,sementara 5 orang anak yang pertama tadi mereka juga berkualitas namun mereka tidak hasil sebuah kompetitif.

Jadi sebenarnya tidak salah juga dengan kita melakukan penerimaan siswa yang banyak tadi karena validitas kompetisinya lebih berat,ketimbang menerima siswa yang sedikit dengan kompetisi yang lebih ringan[lebih berpeluang].!!Baca juga tentang : SEBENARNYA TUGAS GURU ITU MEMOTIVASI BUKAN MENJUSTIFIKASI SISWA

Kemudian kalau kita melakukan batasan penerimaan dengan seleksi yang sangat ketat,maka hal ini akan menutup kesempatan anak ,karena dapat saja pada test pertama mereka tidak lulus,lalu kita anggap tidak layak,namun saat mereka masuk di sekolah lain dan di dalam perkembangan selanjutnya justru ia juara,karena intelektual manusia selalu berkembang.

Simpulannya ;tidak keliru kalau didalam penjaringan siswa kita menerima lebih banyak [sesuai kapasitas],akan tetapi juga kalau mau terapkan system ''peras santan kelapa''istilahnya juga tidak masalah ,seperti kata Nietzshe  di atas,kalau saya lebih cenderung mengambil system terima saja dulu biar alam yang menyeleksinya.,demikian dan semoga manfaat .
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger