SEKELUMIT KISAH TOLERANSI BERAGAMA YANG INDAH !

Cerita toleransi beragama terhadap sesama umat manusia,ini sebuah pengalaman pribadi saat kami sedang berdinas/tugas mengajar kepada Guru guru dalam penyetaraan S1 di wilayah pinggiran Kalimantan Timur tepatnya pada sebuah kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutaikartanegara.

Saat itu kebetulan saya dan  kolega saya dapat tuga mengajar ,dan saat itu kebetulan bersamaan dengan bulan Ramadhan [bulan puasa],saya beragama Islam dan teman saya beragama Kristen Katholik.

Saat itu cuaca sangat terik sekali,maklum di daerah Muara badak termasuk daerah penghasil minyak bumi sehingga tidak heran kalau suasananya sangat panas sekali,apalagi kalau sudah menjelang siang  sebagai seorang Muslim saya tetap berpuasa.!! Baca juga tentang  : KEMAJUAN TEKNOLOGY DAN KEKOSONGAN JIWA .


Begitu selesai mengajar kami berdua pulang menuju penginapan,dengan berjalan kaki yang lumayan jauh mungkin sekitar 1 Km dari gedung sekolah tersebut,saat itu kerongkongan saya mulai terasa cekat dan kering,apalagi ditambah selesai mengajar,dan kemudian berjalan kaki hampir 1 Km ,dan saat itu hari memang sangat panas,maklum sekitar jam 14,siang,dan dalam keadaan berpuasa.

Dari berangkat ,hingga usai mengajar teman saya yang Katholik ini,juga tidak mau makan dan minum karena menghormati ajaran Islam [berpuasa di bulan Ramadhan],kami berdua di tengah terik matahari berjalan dan nampaknya teman saya juga ,sama yaitu merasakan haus dan lapar,dikiri kanan kami para pedagang makanan dan minuman mulai berjualan satu dua orang pedagang.!! Baca juga tentang : KATA KATA ROMANTIK DALAM BAHASA INGGRIS DAN TERJEMAHAN NYA !!

Saya mulai tergoda saat itu[jujur saja],omongan saya mulai ngelantur tentang nikmatnya es buah kalau diminum saat ini,dan saya sudah gak tahan ingin mengajak si teman saya yang Katholik tadi,untuk menikmati segarnya es buah yang dijual oleh para pedagang.

Yang membuat saya terkejut dan bercampur malu adalah jawaban si teman tadi,''Jangan pak Ali,sayang ,sekarnng kan sudah mau jam 3,dan 3 lagi lho! azan Magrib,saya juga haus dan lapar ,dan akhirnya saya urungkan ,dan yang membuat saya kagum terhadap dia[teman saya tadi],iapun bertahan untuk tidak makan dan minum,sampai detik detik tanda berbuka puasa berbunyi[azan Magrib].

Demikianlah sekilas pengalaman kami,saat bertugas di saat bulan Ramadhan bersama dengan seorang teman yang non Muslim,dan semoga ada manfaatnya [salam untuk teman saya Ign.Sugeng Mulyono yang baik hati],dari sekelumit kisah ''meretas kabut pendidikan di Kutaikartanegara''
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

1 komentar :

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger