JANGAN CEPAT TERPENGARUH DENGAN PROGRAM YANG DITAWARKAN OLEH FIHAK KETIGA

Dengan jaman semakin moderen tentu juga banyak kemajuan dibidang masalah perbankan dan keuangan lainnya,termasuk belanja non cash[tanpa uang],hanya dengan menggunakan kartu kredit atau creditcard,banyak kemudahan dengan adanya kartu kredit atau ATM[anjungan tunai mandiri],dengan adanya kartu kredit kita tidak perlu lagi membawa uang cash,tinggal gesek pada tempat yang disediakan oleh toko dimana tempat kita membeli suatu produk,selesai dan pembayaran akan di potong melalui rekening yang bersangkutan,mudah bukan !!.

Namun kepada yang ekonomi lemah[bahasa saya],nampak kepemilikan kartu tersebut kalau saya sebut belum saatnya[termasuk saya],bukan tidak boleh namun kita perlu juga memperhitungan hasil atau pemasukan kita,kalau cuma tiap bulan masih nombok ,padahal hanya untuk kebutuhan pokok makan setiap bulan,saya fikir lebih baik menggunakan dana cash.

Ada hal yang hingga saat ini menjadi beban pembayaran padahal saya secara pribadi tidak pernah menikmati uang tersebut,kejadiannya begini : Saat saya membuka rekening pada sebuah Bank ,oleh fihak marketing saya di tawari untuk membuka aplikasi kartu kredit selain kartu ATM,tentunya dengan berbagai fasiltas yang sangat memudahkan bagi pemegang kartu kredit,achirnya saya membuat kartu kredit pada Bank tersebut.

Muncul acara baru,setelah kartu kredit tersebut aktif,maka HP saya seperti hpnya selebriti,selalu berdering dan SMS,selalu berjubel,intinya nawari macam macam dengan segala fasilitas kemudahan dan seolah-olah kalau ikut programnya semua ''akan lebih mudah''begitulah kira kira,dan sudah dapat ditebak endingnya,saya terpengaruh,maka ikutkah saya dengan beberapa program yang ditawarkan secara online tersebut,untuk akad cukup mudah dengan hanya mengatakn ''setuju''maka kita udah menjadi anggota.
Saya fikir itu hanya sebatas angin lalu,saja,,,dan saya pun tidak ingat lagi dengan persetujuan persetujuan lewat online[hp]tersebut,dan sayapun merasa,tidak perlu membayar angsuran angsuran karena dana pada rekening sayapun tidak ada[untu di debet].

Dan ternyata saya salah duga ,walau tidak punya dana pada rekening tabungan,ternyata karena dianggap melakukan transaksi lewat kartu kredit,dan itu dianggap kredit oleh fihak Bank alasan mereka adalah sudah mendahulukan pembayaran tersebut.

 Achirnya timbul lagi masalah baru,tagihan dari fihak Bank datang,telpon/sms ,selalu berdering pokoknya mereka seperti mengejar seorang koruptor kredit macet yang dilakukan Konglomerat kepada saya,,,anda tau berapa saya harus membayar pada Bank bersangkutan,6.900.000,-[enam juta sembilan ratus ribu rupiah],untuk orang sekelas saya jumlah dana segitu sudah sangat besar dan bukan hal mudah untuk mendapatkannya!

Untuk itu pada teman-teman ,kalau kita belum saatnya untuk mempunyai fasilitas kartu kredit,atau hanya sekedar jaga gengsi saja,saya fikir ,perlu dipertimbangkan dampak positif/negatifnya,pengalaman saya diatas adalah satu bentuk problem ketidak tahuan kita.

Andai dana yang 6.9 juta itu memang cash saya terima ,lalu saya gunakan sendiri,lalu saya menikmatinya ,mungkin saya tidak ''terasa berat''membayarnya,tetapi ini,tau tau kita ditagih,karena punya tunggakan kredit kata fihak Bank.

Demikian sekedar curhat saja,dan pengalaman kami !! ,Namun bagi yang memang memerlukan dan kartu kredit sangat vital untuk menunjang keperluan anda,kenapa tidak,kartu kredit harus anda miliki !!
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

1 komentar :

Moshi Moshi,
Apakah Anda mencari pinjaman non-jaminan dan tulus dalam tingkat bunga yang terjangkau dari 2%? JIKA TERTARIK hubungi kami melalui (rinehartginaloanfirm@gmail.com) dengan informasi berikut
Salam.

Balas

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger