JANGAN MUDAH MEMVONIS ANAK DIDIK KITA BODOH!!

JANGAN MUDAH MEMVONIS ANAK DIDIK KITA BODOH!!Perkembangan otak manusia dalam masa pertumbuhan dalam usia sekolah belum dapat dijadikan patokan atau standart untuk menilai bahwa anak tersebut bodoh atau ber IQ rendah dan ini perlu dicermati agar para pendidik jangan''memvonis''kalau si anak yang lamban,bodoh,lalu mereka diberikan sangsi 'tidak naik kelas''misalnya!.

Contoh pengalaman pribadi kami saat Sekolah Dasar dulu,ada seorang teman yang dianggap oleh guru kami saat itu,bodoh,lamban dan agak''telmi'''[telat mikir],sehingga si anak sampai 2tahun lamanya di kelas satu,padahal usianya sudah hampir 9 tahun,namun apa yang terjadi saat ia berada di kelas 2 SMP,ia menjadi juara bidang ''Matematika''padahal waktu di SD dulu ia paling dungu soal hitung-menghitung.

Masih ingat cerita Thomas Alva Edison si penemu bola lampu listrik dan puluhan benda lainnya?ia juga dianggap oleh gurunya bodoh, sampai sampai dikeluarkan dari sekolah karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolahnya,dengan hati yang sedih,karena anaknya dikeluarkan dari sekolah lalu sang ibu tercinta,membimbing si Thomas kecil,belajar dirumah dan beberapa tahun kemudian ia menjadi orang terkenal didunia,karena temuannya pada bola lampu listrik dll,yang hingga kini kita nikmati[kepandaianya malah melebihi mantan mantan gurunya yang mengeluarkan Thomas waktu di sekolah dulu]

Juga dengan si penemu batu baterai,''Alessandro Volta''ia dianggap lamban dalam berfikir dan sedikit gangguan mental,sehingga saat sekolah ia jadi olok-olokan teman dan sering dimarahi gurunya,namun saat ia sudah remaja,ternyata ia dapat menemukan elemen elemen untuk baterai yang hingga sekarang menjadi acuan dalam pembuatan baterai moderen,banyak lagi contoh contoh kasus lain yang mungkin tidak tertuliskan dalam sejarah atau di beritakan,tentang seorang anak yang dianggap bodoh oleh gurunya,namun ternyata pada perkembangan otak mereka selanjutnya justru melebihi teman teman nya saat di sekolah dahulu.

Simpulan dari beberapa contoh diatas,khusus bagi para pendidik,jangan terlampau cepat memvonis anak didiknya sebagai anak yang bodoh,apalagi sampai pada tindakan yang merugikan si anak,misalnya tidak naik kelas,dikucilkan,dll karena kita tidak tau satu atau dua tahun selanjutnya,tentang perkembangan otak mereka!
Demikian dan semoga manfaat untuk kita sekalian,salam blogger!

Baca juga tentang   : Pembagian karakter manusia menurut cairan di tubuhnya !
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger