Bisakah mutu pendidikan di Indonesia merata ??



Bisakah mutu UN[Ujian Nasional]di standartkan di seluruh Indonesia ,saat presentasi makalah mahasiswa Fkip Universitas Kutaikartanegara pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran,pertanyaan tersebut muncul  dari para mahasiswa kepada penyaji makalah yang juga teman temannya.
Karena perdebatan semakin meluas achirnya kami mencoba untuk memberikan masukan tentang hal tersebut,dan kami katakan  mutu pendidikan mungkin bisa merata apabila :

[1].Mutu guru[pendidik]di Indonesia sudah sesuai dengan standart yang ditetapkan oleh pemerintah,bukan hanya hanya daerah perkotaan yang mendapatkan skala prioritas,namun juga di seluruh pelosok atau daerah terpencil

[2].Unsur penunjang media pendidikan juga harus merata ,jangan hanya sekolah sekolah perkotaan yang punya fasilitas lengkap misalnya,Lab,Perpustakaan,dll,tetapi sekolah sekolah yang di pelosok juga mempunyai fasilitas yang sama

[3]Infrastruktur penunjang pendidikan yang memadai di seluruh wilayah Indonesia dan jangan hanya sekolah sekolah yang di perkotaan yang mendapatkan skala prioritas,namun juga sekolah sekolah yang ada di pelosok negeri ini.

Dari ketiga unsur  ini saja kita belum bisa memenuhinya,maka jangan diharap untuk bicara mutu yang berstandart Nasional yang diminta Pemerintah,sedikit kami contohkan soal soal UN[ujian nasional ]yang dibuat sama ,untuk di ujikan pada tingkat Sekolah Dasar misalnya,sekarang yang jadi pertanyaan Siswa Siswa SD yang ada di pedalaman Irian,Kalimantan dan Sumatra,apakah sudah mempunyai fasilitas yang memadai untuk menjawab soal soal UN,yang berstandart Nasional,saat misalnya diminta menjelaskan cara kerja Mikroskop,sekolah yang mempunyai alat peraga ini dengan mudah gurunya menjelaskan dan mempraktekan pada siswa siswanya,namun sekolah sekolah yang belum mempunyai mikroskop jangankan muridnya’’Gurunya’’saja mungkin belum pernah memegang alat tersebut.
Bagaimana bicara standart mutu pendidikan secara Nasional sementara di sekolah sekolah pelosok ,terkadang gurunya cuma 3 orang,sekolahnya hanya punya ruangan kelas dan  fasilitas lainnya tidak ada,sementara soal soal UN[ujian negara]tidak pandang bulu,karena merujuk pada Kurikulum yang yang berlaku [entah itu sekolah yang lengkap atau tidak lengkap],tetap harus mengerjakan soal UN yang sama tingkat kesulitannya !! Baca juga mengenai :Membangkitkan stimulus siswa dengan system classikal

Nah itu hanya contoh kecil saja,yang mungkin menjadi pemikiran bagi para pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan,jadi menurut hemat kami,untuk pemerataan mutu pendidikan,yang terpenting adalah melengkapi infrastruktur pendidikan dulu,maka mutu pendidikan akan menyusul .
Demikian dan semoga manfaat untuk kita sekalian,salam blogger google!

Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger