Perlawanan rakyat hulu Mahakam terhadap penjajahan Jepang !



 Perlawanan rakyat hulu Mahakam terhadap penjajahan Jepang !seperti kita ketahui  bahwa jepang walaupun mengaku ‘’saudara tua Asia timur Raya’’namun dalam menduduki /menjajah negeri kita sangat kejam dan tidak berpri kemanusiaan,banyak rakyat Indonesia  menjadi korbannya!
Nah disini ada sekilas sejarah singkat yang saya petik dari buku Secercah perjuangan div Narotama di samarinda oleh,HM.Djunaid SanusieDkk.

Menjelang kemerdekaan kita dan jepang di ujung kekalahan nya dalam perang melawan Amerika dan sekutunya pada perang dunia ke dua,ternyata ada seulas kisah heroik dari perjuangan rakyat di pedalaman Sungai Mahakam tepatnya di kampung Mancong’’kecamatan Tanjung Isui Kutaikartanegara,karena rakyat sudah tidak tahan lagi atas penderitaan perang dan penjajahan oleh Jepang dan disana sini terjadi kelaparan.

Jepang rupanya mencium ‘’aroma ‘’pergerarkan ini dan memulai dengan akal liciknya,dengan mengumpulkan rakyat yang menentang Jepang untuk mengumpulkan padi tersebut,dan diajak berunding,saat itu desa Mancong kecamatan Tanjung Isui masuk wilayah jawatan distrik Muara Muntai dan dijabat oleh AR.Serip,maka Jepang meminta pada beliau untuk melakukan perundingan dengan para pemuka suku Dayak di desa Mancong menemui kepala suku Dayak yang bernama’’Tamapoke’’,dan apabila mau bekerjasama dengan Jepang mereka akan diberi jabatan tinggi.

Siasat Jepang selanjutnya adalah agar AR.Serip tidak melarikan diri,maka keluarga dan anak istrinya di jadikan sandera oleh Jepang,dan apabila perundingan gagal maka sudah jelas AR.Serip akan mendapat sangsi berat dan apabila melarikan diri maka seluruh keluarganya akan dibantai Jepang,para penduduk desa Mancong meminta pada beliau agar jangan kembali ke Muara Muntai,sementara kepala suku meminta beliau kembali ke Muara Muntai agar dapat menginformasikan pada Jepang bahwa penduduk desa Mancong tidak bersedia memberikan hasil padinya,AR.Serip mengalami’’dilemma’’ yang sulit ,pulang tetap dihukum oleh Jepang karena gagal berunding,tidak pulang ke Muara Muntai maka dianggap melarikan diri,dan keluarganya akan di bantai oleh Jepang.

Achirnya dalam pilihan yang sulit itu beliau melakukan ‘’bunuh diri’’ dengan sebuah senjata mendau pusaka beracun di sebuah lokal sekolah, dimana beliau menginap saat itu dan keesokan harinya jenazah beliau di bawa ke Muara Muntai,tindakan yang  beliau ambil adalah untuk menghindari korban lebih banyak dan achirnya beliau mengambil jalannya sendiri.

Saat itu keadaan di desa Mancong sudah mulai kacau,setiap hari pesawat pesawat  sekutu selalu meraung raung di udara dan sesekali mendarat di danau dekat  Tanjung isui dan Muara Muntai lalu para serdadu yang kebanyakan berkebangsaan Australia ,menjajikan bantuan makanan,obat obatan dan senjata untuk melawan Jepang,namun janji itu hanya ‘’pepesan kosong’’belaka!!

Achirnya di sekitar tahun 1945 itu,karena rakyat desa Mancong sudah tidak tahan lagi dengan tingkah pongah jepang,maka terjadilah pemberontakan yang tidak seimbang ,rakyat hanya bersenjatakan Tombak ,panah ,mendau dan senjata tajam lainnya tidak mampu menghadapi moncong meriam,senapan mesin,dan senjata api lainnya dari Tentara Jepang ini,walapun bantuan tenaga untuk membantu perjuangan rakyat desa Mancong, telah datang dari Muara muntai,Muara Kaman dan bahkan dari Tenggarong sendiri,achirnya tetap di kalahkan oleh serdadu  Jepang yang kenyang dengan pengalaman perang 

Imbas dari perlawanan tersebut achirnya banyak rakyat dibunuhi oleh Jepang,selain korban yang tewas pada saat pertempuran yang tidak seimbang itu terjadi.Demikian sekelumit sejarah singkat perlawanan rakyat hulu Mahakam terhadap penjajahan Jepang ,semoga bermanfaat bagi kita sekalian.

Baca juga tentang  : Kronologis perjuangan bersenjata melawan penjajah di Kota Samarinda [1942-1950] 

Baca juga tentang  : Beberapa jenis etnik suku Dayak yang mendiami Kalimantan Timur ! 
Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

1 komentar :

Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

Lebih dan kurang saya mohon maaf.

Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
Arrahmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
Ihdinashirratal mustaqiim,
Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

Aamiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15).

Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

Ya Allaah, percepatlah kebangkitan INDONESIA. Pulihkanlah kejayaan INDONESIA, Lindungilah INDONESIA dari bencana.

Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

——(doa khusus untuk SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG MENJADI KORBAN IMPERIALIS / KOLONIALIS 1511 – 1962 , semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka).

ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
———————

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten



Balas

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Copyright © 2013-2016 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger