Sunday, July 14, 2013

TEORI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL & TRANSAKSIONAL



1.        Kepemimpinan Tranformasional
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pencapaian kinerja organisasi. Kepemimpinan digunakan untuk mengarahkan individu-individu pada tujuan organisasi. Suatu organisasi yang dijalankan tanpa kepemimpinan akan mengalami kelemahan dan kesulitan untuk mencapai tujuan. Kesulitan tersebut timbul karena tidak ada pihak yang menghubungkan tujuan individu dengan organisasi”.
Kepemimpinan didefinisikan Gitosudarmo dan Sudita (2000) sebagai suatu proses yang mempengaaihi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan. Dari definisi tersebut tampak bahwa kepemimpinan bukan menunjuk pada orang melainkan proses, sedangkan orang yang menjalankan kepemimpinan adalah pemimpin. Berbeda dengan definisi tersebut, Fiedler (1966) mengartikan kepemimpinan sebagai anggota kelompok yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasikan kinerja dalam rangka mencapai tujuan.!!Baca juga tentang : LIMA ASPEK INI DAPAT MEMBUAT KARYAWAN ANDA BERSEMANGAT TINGGI
Memberikan motivasi terhadap bawahan
Sementara McCaulay dan Hughes (1994) mengungkapkan kepemimpinan sebagai kemampuan memimpin, mempengaruhi, berinteraksi dan menghubungkan peran antar anggota ditunjang dengan posisi administrasi dan kewenangan yang sah. Kepemimpinan sebagai suatu proses tidak dapat diterapkan tanpa keberadaan seorang pemimpin. Pemimpin bertugas mempengaruhi, memberikan arahan, dan meningkatkan motivasi bawahan.  Selain itu, pemimpin juga harus dipercaya oleh bawahannya. Kepemimpinan tidak berjalan efektif tanpa didukung dengan faktor posisi dan situasi. Ketiga faktor tersebut menurut Kartono   merupakan determinan   kepemimpinan   yang   saling mempengaruhi satu sama lain. Ketiga faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a)  Faktor orang b) Faktor posisi c) Faktor situasi.
Gaya kepemimpinan transformasional berbeda dengan transaksional. Perbedaan tersebut terdapat pada bentuk klarifikasi tugas.,,dan menurut Besset :


klarifikasi prosedur kerja pada gaya kepemimpinan transformasional lebih ditekankan pada target secara eksplisit, sedangkan gaya transaksaksional pada target secara implisit. Hal ini berarti bahwa pemimpin transformasional lebih mempercayai kemampuan dan kemandirian bawahannya dalam menjalankan tugas dibandingkan pemimpin transaksional (Bass dan Avolio, 1990). Oleh sebab itu pemimpin transformasional mampu memberikan kelonggaran dalam pengawasan proses dan prosedur kerja.

2.        Kepemimpinan Transaksional
Kepemimpinan transaksional merupakan proses mempengaruhi yang menekankan pada hubungan transaksi, tawar menawar dan pertukaran ekonomi antara pemimpin dengan bawahan”. (Yukl, 1994). Pemimpin transaksional lebih menekankan pada pemberian imbalan untuk memotivasi bawahannya. Gibson et al (1996) mendefinisikan kepemimpinan transaksional sebagai kemampuan pemimpin mengindentifikasi keinginan bawahan dan membantunya mencapai tingkat prestasi lebih tinggi dengan memberikan imbalan yang memuaskan.!Demikian sekilas informasi ini dan semoga manfaat untuk kita sekalian !,Mungkin masih ingin informasi lainnya silakan baca juga :Manager dan Budaya organisasi!!
-Baca juga tentang  : apa-itu-kecerdasan-kinestetik !



Enter your email address to get update from alfiforever .
Print PDF

Silakan berkomentar di blog alfiforever,DAN terima kasih,bila telah mengisi form ,dengan saling menghargai !,salam

Cara membuat batas Tanah Kita agar aman

Copyright © 2013-2021 alfiforever - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger
-->